Thursday, February 28, 2008

Membuat Flashdisk Sebagai RAM Vista & XP Ready

RAM adalah memory yang digunakan oleh komputer untuk menyimpan data sementara. RAM juga berguna untuk menyimpan sementara (temporer) file-file program yang dijalankan pada saat kita bekerja dengan komputer kita. Flashdisk dan RAM, jika dilihat dari fungsinya sehari-hari bagi kita, mungkin tidak akan pernah Anda bayangkan akan dapat saling berintegrasi bukan?

Pada sistem operasi windows, Memory Virtual merupakan vasilitas yang sangat membantu kinerja sistem. Terutama pada sistem yang mempunyai memory utama terbatas/kecil. Meski begitu, memory virtual juga bisa bikin sistem jadi lamban bekerja.

Memory virtual merupakan memory bayangan tempat sistem operasi menyimpan data-data yang akan/sedang/baru selesai diproses sebelum disimpan ke media penyimpanan permanen seperti harddisk.

Namun dengan majunya tekhnologi sekarang, hal apapun dapat menjadi mungkin. Windows Vista memperkenalkan Windows ReadyBoost, konsep baru dalam menambahkan memory ke dalam komputer. Dengan Windows ReadyBoost, Anda dapat memasang flashdisk ke komputer Anda dan menggunakannya sebagai RAM.

Windows ReadyBoost sangat mudah digunakan. Ketika removable memory seperti flashdisk dipasangkan ke komputer, Windows Vista akan memeriksa apakah flashdisk tersebut cukup cepat untuk digunakan oleh Windows ReadyBoost. Jika ya, Anda akan diberi pertanyaan apakah Anda ingin menggunakan USB tersebut untuk meningkatkan kinerja dari system. Saat digunakan flashdisk akan menyediakan cache memory, cache memory tersebut akan digunakan sebagai virtual RAM bagi komputer anda.
Flashdisk yang Anda gunakan minimal adalah USB 2.0, karena device yang digunakan harus mempunyai kecepatan hingga 3,5 MB/s. Flashdisk yang di gunakan untuk RAM, minimum 1,5x dari RAM yang terpasang. Misalkan RAM komputer Anda 1 GB, maka agar hasilnya terlihat, minimum flashdisk nya sebesar 1,5 GB. Ini juga berlaku bagi flashdisk tertentu yang mempunyai data transfer yang cepat, jika terlalu lambat flashdisk tersebut tidak bisa digunakan untuk Windows ReadyBoost.


Bagaimana jika menggunakan Windows XP ??

Kita bisa membuat
Windows ReadyBoost pada sistem komputer kita.
langkah-langkah membuat "ReadyBoost" pada Windows XP.
  1. Colokkan flashdisk anda pada slot USB yang tersedia.
  2. Tekan tombol [Start]>[Settings]>[Control Panel], lalu pilih [System]. Klik tab [Advance].
  3. Klik tombol [Settings] pada bagian Performance. Setelah itu klik tab [advance] pada jendela Performance Options, lalu klik tombol [Change] dibagian virtual memory untuk menampilkan kotak penyetingan memory virtual.
  4. Klik drive C: pada bagian drive. Jika Windows anda tidak diinstall pada drive C, pilihlah drive tempat anda menginstall sistem operasi.
  5. Pilihlah opsi [No Paging File] pada radio button yang ada, dan tandailah boks [Set]. Hal itu bertujuan untuk mematikan sistem page file pada windows XP anda.
  6. Pilihlah drive yang menyatakan flashdisk anda. Sebagai informasi, jika flasdisk anda masih baru, biasanya namanya masih removable drive. Stetelah mengklik drive tempat flashdisk anda berada, tandai opsi [System Managed Size] pada radio button. Setelah itu kliklah, tombol [Set]. Jika ternyata rekomendasi total paging file size-nya terlalu besar, anda bisa memasukkan nilai kapasitas total flashdisk anda. Jangan lupa sisakan 5 hingga 6Gb, karena ini adalah syarat dari Windows XP sendiri.
  7. Klik [OK] untuk menutup jendela, lalu reboot PC anda. Setelah itu, coba rasakan, apakah sekarang kinerja Windows XP anda sudah bertambah cepat bukan ??.
By The D

Tuesday, February 26, 2008

ilustrasi kerja prosesor dan memori komputer

Bertahun-tahun penulis berhubungan dengan yang namanya komputer dan teknologi apapun yang berkaitan dengan komputer mendorong penulis untuk lebih memahami cara kerja dari komponen-komponen dalam sebuah sistem komputer.

Beberapa komponen2 yang sering kita ketahui adalah:
- Brainware (Perangkat Otak -> alias Sumber Daya Manusia)

Komputer itu ada karena dibuat oleh manusia dan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan manusia.
Yang mengoperasikan komputer tersebut juga manusia, meskipun sekarang sudah ada yang namanya Kecerdasan Buatan yang dibuat untuk otomasi kerja komputer. Itupun tidak 100% tanpa kontrol dari tangan manusia.

- Hardware (Perangkat Keras -> bisa kita pegang, rasakan secara langsung)

Perangkat yang berhubungan langsung dengan manusia, misal: monitor, mouse, keyboard, cpu.

- Software (Perangkat Lunak -> tidak bisa dirasakan atau diraba secara langsung oleh kita)

Perangkat ini digunakan untuk membantu manusia mengontrol atau memanfaatkan penggunaan komputer, meliputi penggunaan perangkat2 keras yang terlibat dalam sistem komputer.
Salah satu perangkat lunak yang paling penting biasa disebut Sistem Operasi, sebut saja semacam: Windows XP/Vista, Linux, Unix, MacOS, dan lain-lain.

Sistem Operasi ini membantu manusia dalam berhubungan dengan perangkat2 keras tersebut. Misalnya, membantu manusia dalam membunyikan suara melalui speaker, memunculkan tulisan2 yang diketik dalam keyboard pada monitor, dan lain-lain.

Baiklah, sesuai judul topik ini, beberapa komponen komputer yang sering didengar oleh telinga manusia secara awam di antaranya adalah prosesor dan memori (memori utama, sering disebut RAM).

Prosesor dan memori ini berada dalam CPU (Central Processing Unit), yang merupakan otak dalam komputer.

Gambar prosesor dalam motherboard















Kalau kita melihat brosur2 atau daftar2 harga prosesor yang dibuat toko2 komputer, di situ terdapat sebuah angka yang menandakan kecepatan dari satuan kerja yang dibuat oleh prosesor, misal 2000 MHz, dsb.

Paling gampang membayangkan kerja prosesor ini adalah seperti seorang pelari yang memutari lapangan.
Setiap kali seorang pelari tersebut memutari lapangan satu kali dalam sekali waktu tertentu, kalau di prosesor bisa kita samakan dengan satuan 1 Hz (Hertz). Anggap saja pelari tersebut dapat melakukan 1 putaran dalam 10 menit.















Sedangkan dalam satuan 1 MHz (Mega Hertz) = 1 juta Hz, bisa disamakan seorang pelari dapat melakukan i juta putaran dalam 10 menit.
Bagaimana kalau 2000 MHz? Bisa Anda hitung sendiri.

Nah, kembali lagi ke prosesor, semakin tinggi nilai clock speed atau kecepatannya, berarti tiap detiknya dia bisa melakukan tugas atau kerja semakin banyak.

Gambar-gambar memory atau RAM




























Sekarang mengenai memori. Satuan memori, dalam hal ini RAM (Random Access Memory) yang sering kita lihat atau baca adalah Mb (Megabyte), bahkan Gb (Gigabyte).















Misal: Memori 128 M, 256 Mb, 512 Mb, 1 Gb atau 1024 Mb, dan seterusnya.

Memori ini berguna dalam hal berapa sih kapasitas program2 dalam komputer yang boleh diakses saat itu.

Ilustrasinya, sekarang kita menggunakan seorang pelayan atau pramusaji pada restoran2, yang suka bawa nampan wadah makanan.

Memori ini diibaratkan sebagai nampan, semakin luas nampan maka semakin banyak makanan yang bisa dibawa. Dalam komputer, semakin besar memori maka semakin banyak aplikasi2 yang bisa dimuatkan untuk dieksekusi. Setiap aplikasi atau program untuk bisa dieksekusi atau diproses oleh prosesor lebih lanjut, harus dimuatkan ke memori lebih dahulu.

Sedangkan prosesor dalam hal ini adalah kecepatan si pramusaji tersebut dalam melayani konsumen. Semakin cepat dan gesit gerak kerjanya, maka semakin banyak konsumen yang dilayani.

Begitulah kurang lebih gambaran tugas2 prosesor dan memori dalam komputer.
Mudah2an kita semakin paham dengan prosesor dan memori pada komputer ini.

Saturday, February 23, 2008

Micro Processor

Micro Processor

Komputer yang Anda gunakan untuk membaca menggunakan micro processor dalam melakukan tugasnya. Micro processor ini merupakan jantung dari semua komputer, baik itu desktop, server atau laptop.

Processor yang Anda gunakan bisa saja Pentium, Athlon, PowerPC, Sparc atau salah satu dari banyak merk dan jenis micro processor (biasa juga disebut mikro processor) lainnya. Namun, mereka pada dasarnya melakukan hal yang sama dengan cara yang sama pula. Jika ingin tahu apa yang dilakukan oleh mikro processor dalam komputer Anda, atau jika ingin tahu perbedaan jenis-jenis processor, teruslah membaca. Pada artikel ini, kita akan mengetahui bagaimana digital logic memungkinkan komputer melakukan tugasnya, apakah itu memainkan game atau mengecek ejaan dokumen!

Sejarah Micro processor
Mikroprocessor – juga dikenal dengan CPU atau central processing unit – merupakan mesin komputasi komplit yang dipabrikasi pada satu chip. Mikro processor pertama adalah Intel 4004, yang diperkenalkan pada tahun 1971. Jenis 4004 ini tidak begitu powerfull. Hanya dapat menambah dan mengurangi, dan ia hanya dapat melakukannya 4bit pada saat bersamaan. Namun menakjubkan. Karena semuanya terdapat pada satu chip. Sebelum 4004, para insinyur membuat komputer dari kumpulan chip atau dari komponen yang berlainan (transistor yang dihubungkan bersama). Dan 4004 merupakan
otak salah satu kalkulator elektronik portable yang pertama.

Mikro processor pertama yang digunakan dalam komputer rumahan adalah Intel 8080, komputer 8-bit komplit pada satu chip, yang diperkenalkan pada tahun 1974. Mikro processor pertama yang menarik perhatian pasar adalah Intel 8088, yang diperkenalkan pada tahun 1979 dan diintegrasikan ke dalam IBM PC (yang kali pertama muncul sekitar tahun 1982). Jika familiar dengan pasar PC dan sejarahnya, Anda tentu tahu bahwa pasar PC bergerak dari 8088 ke 80286 ke 80386 ke 80486 ke Pentium ke Pentium II ke Pentium III ke Pentium 4. Semua mikro processor ini dibuat oleh Intel dan semuanya merupakan peningkatan dari desain dasar 8088. Pentium 4 dapat menjalankan kode apapun yang dijalankan pada 8088, tetapi ia melakukannya 5000 kali lebih cepat!

Apakah chip?
Chip disebut juga dengan integrated circuit (IC). Secara umum merupakan bagian kecil dan tipis dari silikon tempat transistor penyusun mikro processor ditanamkan.Chip dapat sebesar satu inci dan dapat mengandung sepuluh juta transistor. Processor lebih sederhana dapat terdiri dari ribuan transistor yang ditanamkan ke chip yang hanya beberapa milimeter persegi.

Clock Speed, MIPS, dan Jumlah Transistor
Dari tabel dapat Anda lihat bahwa secara umum terdapat hubungan antara clock speed dan MIPS. Clock speed maksimum merupakan fungsi dari proses manufaktur dan delay di dalam chip. Di samping itu juga terdapat hubungan antara jumlah transistor dan MIPS. Sebagai contoh, 8088 dengan clock 5 MHz hanya dijalankan pada 0,33 MIPS (sekitar satu instruksi per 15 clock cycle). Processor modern dapat menjalankan dua instruksi per clock cycle. Peningkatan ini secara langsung berhubungan dengan jumlah transistor pada
chip.

Bagian dalam Micro processor
Untuk mengetahui cara kerja micro processor, akan lebih mudah jika kita melihat ke dalam dan mempelajari logika yang digunakan. Kita juga akan melihat tentang assembly language – bahasa asli mikro processor – dan banyak hal lainnya yang dapat dilakukan oleh para insinyur untuk meningkatkan kecepatan processor.

Mikro processor menjalankan sekumpulan instruksi mesin yang memberitahu processor apa yang harus dilakukan. Berdasarkan instruksi tersebut, mikro processor melakukan tiga hal dasar: 1) Menggunakan ALU (Arithmetic Logic Unit) untuk melakukan operasi matematis seperti penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Mikro processor modern mengandung floating point unit yang dapat melakukan operasi yang sangat kompleks pada angka yang besar. 2) Memindahkan data dari satu lokasi memori ke lokasi lainnya. 3) Mengambil keputusan dan melompat ke instruksi lain sesuai keputusan itu.

RAM dan ROM
Kita telah menyinggung tentang address dan data bus, plus RD dan WR line. Kedua bus dan line ini tehubung ke RAM atau ROM – biasanya dua-duanya. Pada contoh micro processor, kita mempunyai address but 8-bit dan data bus juga 8-bit. Ini berarti mikro processor dapat mengalamati (28) 256 bytes memori, dan ia dapat membaca atau menulis 8 bits memori pada satu waktu. Sekarang sebagai contoh, mikro processor mempunyai ROM 128 byte dimulai dari 0 dan RAM 128 byte dimulai dari 128.

ROM singkatan dari read-only memory. Chip ROM diprogram dengan sekumpulan byte permanen. Address bus memberitahu chip ROM byte mana yang diambil dan dimasukkan pada data bus. Pada waktu status RD line berubah, chip RoM memberikan byte terpilih kepada data bus.

RAM singkatan dari random-access memory. RAM berisi sejumlah byte informasi, dan mikro processor dapat membaca atau menulis ke byte tersebut bergantung apakah memberi sinyal RD atau WR line. Salah satu masalah dengan chip RAM adalah mereka melupakan semuanya begitu power dimatikan. Inilah sebabnya mengapa komputer membutuhkan ROM.

Hampir semua komputer mempunyai sejumlah ROM (adalah mungkin untuk membuat komputer sederhana yang tidak mempunyai RAM – banyak mikrokontroler menggantikannya dengan RAM pada chip processor itu sendiri – tetapi umumnya tidak mungkin membuat komputer yang tidak mempunyai ROM).

Pada waktu mikro processor berjalan, ia mulai menjalankan instruksi yang ditemukan pada BIOS. Instruksi BIOS melakukan hal-hal sepert mengetes hardware dalam mesin, dan kemudian ke harddisk untuk mengambil boot sector. Boot sector ini merupakan program kecil lainnya dan BIOS menyimpannya dalam RAM setelah membacanya dari harddisk. Mikro processor kemudian menjalankan instruksi boot sector dari RAM. Program boot sector akan memberitahu mikro processor supaya mengambil hal lainnya dari harddisk untuk dimasukkan ke RAM, yang kemudian dijalankan mikro processor dan seterusnya. Inilah cara mikro processor memuat dan menjalankan keseluruhan operating system.

Instruksi Micro Processor
Bahkan mikroprocessor yang sederhana pun mempunyai banyak instruksi yang dapat dilakukannya. Kumpulan instruksi ini hadir dalam bentuk pola bit, di mana masing-masing mempunyai arti yang berbeda waktu dimuat ke instruction register. Manusia tidak pandai dalam mengingat pola bit, jadi sekumpulan kata dibuat untuk mewakili pola bit. Kumpulan kata ini disebut assembly language. Sebuah assembler menerjemahkan kata-kata ini ke dalam suatu pola, dan kemudian output assembler dimasukkan ke memori untuk dijalankan micro processor.

Kinerja Micro Processor
Jumlah transistor yang dimiliki mempunyai pengaruh sangat besar pada kinerja processor. Seperti yang kita lihat sebelumnya, instruksi biasa dalam processor 8088 membutuhkan 15 clock cycle. Karena desain multiplier, dibutuhkan sekitar 80 clock cycle untuk melakukan perkalian 16-bit pada 8088. Dengan transistor yang lebih banyak, bisa didapat multiplier yang lebih powerful untuk melakukannya dalam satu clock cycle.

Transistor yang semakin banyak juga memungkinkan teknologi pipelining. Dalam arsitektur pipeline, pelaksanaan instruksi waktunya bersamaan. Jadi meskipun dibutuhkan lima clock cycle untuk menjalankan instruksi, ada lima instruksi yang bisa dijalankan bersamaan.

Banyak processor modern mempunyai beberapa instruction decoder, masing-masing dengan pipeline sendiri. Ini memungkinkan beberapa aliran data, yang berarti lebih dari satu instruksi dalam satu clock cycle. Teknik ini cukup kompleks untuk dilakukan, jadi membutuhkan banyak transistor.

Tren Micro Processor
Trend desain mikroprocessor selama ini adalah ALU full 32-bit dengan floating point unit yang cepat dan pipeline dengan berbagai aliran instruksi. Yang paling baru dalam desain processor adalah ALU 64-bit dan orang-orang berharap untuk menggunakan processor ini pada PC rumah mereka dalam sepuluh tahun ke depan. Juga ada kecenderungan ke instruksi khusus (seperti MMX) yang membuat operasi tertentu lebih efisien, dan penambahan dukungan virtual memory dan cache L1 pada chip prosesor. Semua trend ini memperbesar transistor yang mengarah ke multi-juta transistor. Processor ini dapat menjalankan satu miliar instruksi per detik!

SISTEM MINIMUM MICRO PROCESSOR
Ada banyak hal yang sangat kompleks yang dapat dilakukan oleh micro processor. Pada gambar Anda dapat melihat contoh blok diagram sebuah sistem minimum micro processor.

  • Address bus: pada bus ini mikroprocessor (µP) mengeluarkan alamat dari suatu lokasi memori I/O untuk menaruh atau membaca data.

  • Data bus: pada bus ini mikroprocessor dapat mengirim isi registernya ke memori atau I/O, dan menerima data dari memori atau I/O.

  • Control bus: pada bus ini mikroprocessor mengeluarkan sinyal kontrol – memory read/out, I/O read/write, interrupt acknowledge - untuk mengaktifkan perangkat (memori atau I/O) sehingga output dari perangkat tersebut terhubung pada data bus. Pada bus ini mikroprocessor juga menerima sinyal kontrol lain dari perangkat, interrup, reset.

PROCESSOR 64-BIT
_Processor 64-bit telah ada diantara kita sejak 1992, dan pada abad ke-21 mereka semakin populer. Intel dan AMD telah memperkenalkan chip 64-bit, dan Mac G5 merupakan processor 64-bit. Processor 64-bit mempunyai ALU 64-bit, register 64-bit, bus 64-bit, dan seterusnya.

Yang menjadi alasan mengapa kita perlu processor 64-bit adalah karena ruang pengalamatan mereka yang besar. Mikrprocessor 32-bit mempunyai akses RAM maksimum 2 GB atau 4 GB. Kedengarannya mungkin banyak, apalagi kebanyakan komputer rumahan biasanya hanya menggunakan RAM 256 MB sampai 512 MB. Namun, limit 4 GB bisa menjadi masalah berat bagi mesin server dan mesin yang menjalankan database besar. Bahkan komputer rumahan dalam waktu singkat mungkin akan terbentur dengan limit 2 GB atau 4 GB jika trend terus berlanjut. Chip 64-bit tidak mempunyai batasan ini karena ruang alamat 64-bit pada dasarnya tak terhingga untuk beberapa tahun mendatang – RAM 264 byte adalah sama dengan kira-kira RAM 18,4 miliar GB!

Dengan address bus 64-bit dan data bus kecepatan tinggi dan lebar pada motherboard, mesin 64-bit juga menawarkan kecepatan I/O (input/output) yang lebih tinggi untuk hard disk dan kartu grafis. Fitur ini secara signifikan dapat meningkatkan kinerja sistem.

Server tentunya bisa mendapatkan keuntungan dari chip 64-bit, tetapi bagaimana dengan pengguna biasa? Selain solusi RAM, tidak jelas apakah chip 64-bit menawarkan keuntungan yang nyata bagi “pengguna biasa” untuk saat ini. Chip 64-bit dapat memroses data dengan cepat. Mereka yang melakukan video editing dan image editing pada gambar yang sangat besar bisa mendapatkan keuntungan dari tenaga komputasi sebesar ini. Games kelas atas juga bisa mendapatkan keuntungan, setelah mereka dikode ulang untuk memanfaatkan fitur 64-bit. Tetapi pengguna rata-rata yang membaca e-mail, Web browsing dan mengedit dokumen Word tidak benar-benar menggunakan processor sebesar itu. Di tambah lagi, operating system seperti Windows XP belum diupgrade untuk menangani CPU 64-bit. Karena kurangnya manfaat yang dapat dirasakan, mungkin pada tahun 2010 atau lebih kita baru bisa melihat mesin 64-bit pada setiap desktop.

Tuesday, February 19, 2008

Mengenal Teknologi HARD DISK

posting by : ukas

Monday, February 18, 2008

install nvidia driver for ubuntu

Part of the difficulty in troubleshooting a video driver issue is that after two or three unsuccessful tries, settings are changed and it’s hard to tell if new problems have cropped up as a result. Too many tweaks and changes, added and removed packages, installed and uninstalled drivers and it’s a challenge to make sure the old changes you’ve made aren’t keeping the new ones from taking effect.

At the same time, part of the beauty of an Ubuntu installation — and Linux on the whole — is that there isn’t much need to restart your machine unless you’ve made crucial changes to some core elements, like a kernel upgrade. So it’s possible in some cases to troubleshoot or tweak an installation, even device drivers, without a restart. And that means a live environment is a perfect way to test things.

Use this if you think you’ve overdone your full installation of Ubuntu (or other shades of Linux), and you don’t want to go through the hassle of a reinstall if you’re not sure it will be of any help. 

For this example, I’m going to install the nvidia-glx package on my quarrelsome (but tamed) Geforce4 440 Go, then patch, rebuild and install the 8776 driver — all in the same “installation,” all in the live environment and all without a restart. And I have screenshots to prove it.  

Here’s what you’ll need:
An Ubuntu 7.04 desktop CD. I strongly recommend the Xubuntu CD since it’s much easier on the system, but if you’re running at 3.06Ghz on a Pentium 4 HT with 2Gb of memory … Ubuntu is fine.
A working Internet connection. This is necessary if you want to try nvidia-glx or another driver out of the repositories; if you have other plans, it’s only a suggestion.
A speedy optical drive. Those CD access lags are killers.
A considerable amount of memory, the more the better.
A considerable comfort level with using the console. Almost all of this will be done from a tty window (not a terminal emulator), and you’ll need to be comfortable with that.

I should mention that performing acrobatics of this nature are rather hardware intensive. I can accomplish most of these feats within 20 minutes on a 1Ghz machine with 512Mb and a 64Mb Nvidia Geforce4 440 Go. Slower machines are going to be rather burdened by the live environment. Having said that, this method will work with any Ubuntu-based live CD (and probably some other flavors of Linux as well), so you could use something like PUD GNU/Linux on machines that are too light for a Xubuntu desktop CD.

An added bonus would be a second machine for Internet access, so you can read these instructions or look elsewhere for help with a graphical environment. I usually use w3m to surf while troubleshooting things, but it would be better to have a full graphical desktop available to you, rather than fighting with a text-mode browser. And it’s just easier to have a working second machine whenever you’re fixing another one. That was the voice of experience speaking there.

Before you get started, do yourself a favor and download any files or patches you might need, and put them on a USB drive or a spare hard drive. You’ll be able to mount those drives and access those files, so get them now rather than strain the live desktop by surfing for drivers or a random deb package that you saw somewhere on the forums. After about 10 minutes, that live CD lag gets annoying.  

First, boot to the live environment. After the initial load delay, you should be met with a sleek desktop not unlike this one. As you can see I’ve already downloaded the 8776 driver and the patch.



Smashing! Lovely! Gorgeous! Now let’s kill it. Jump to the first console window with CTRL+ALT+F1. Stop GDM politely with this command.

sudo /etc/init.d/gdm stop

That should be enough to stop the entire live desktop; just to be sure, you can try killing it rudely with 

sudo killall gdm

Check and make sure it’s no longer running by hitting CTRL+ALT+F7. If the desktop is still there, go back and kill GDM again. 

Now again from the command line, let’s update our package list and install nvidia-glx. The restricted repositories are enabled by default in Feisty, so that’s one small step we won’t have to take.

sudo aptitude update && sudo aptitude install nvidia-glx

Acknowledge the package list and install. Remember that you might want to use a different driver if you’re on an older or a newer card. In my case, nvidia-glx is what I need.

Now I can run the bundled X configuration program to set the xorg.conf file to use the new driver.

sudo nvidia-xconfig

Since nvidia-glx uses the 9631 driver, and that will turn off my LCD display if I don’t tell it otherwise, I edit xorg.conf to add this line under the “Device” section. Note that his is something unique to 420/440/460 Go users, along with a few others. Don’t copy and paste this next part unless you’re sure you need it.

sudo nano -w /etc/X11/xorg.conf

Now add this beneath the driver details under “Device.”

Option "UseDisplayDevice" "DFP"

Write out the file and close nano. Now comes the fun part. Since the module has been inserted and is ready for use, we can just restart GDM, which will in turn restart X, and that will lift us straight back to the graphical environment. 

sudo /etc/init.d/gdm restart

And after a brief pause. …



Ta-da! Just like magic. No restart needed. Isn’t Linux just dreamy?  

Test the driver by opening a terminal window and triggering the glxgears program, which will show you if acceleration is working properly.

glxgears -info

The output should be the spinning gears you see there. If you don’t see it, then something’s wrong with the driver, your card, the kernel module or another part of the environment. This is just a troubleshooting step though, so an issue or problem will help you get an idea of how to fix something. 

Moving on. … Now let’s tear out that nvidia-glx package, strip out anything even remotely akin to the bundled Ubuntu driver and rebuild 8776 from scratch. This is the fun part.  

Drop back to the terminal with CTRL+ALT+F1, and stop GDM again, killing it if necessary.

sudo /etc/init.d/gdm stop
sudo killall gdm

This time it’s very important that you make sure X isn’t running at all. Use CTRL+ALT+F7 to make sure there’s no graphical environment left, and kill GDM again if there is. 

Now let’s get rid of the package, then the module. At the same time, we’ll strip out anything even remotely close to the Ubuntu driver, even the restricted modules that come by default.

sudo aptitude remove --purge nvidia-glx linux-generic linux-restricted-modules-generic linux-restricted-modules-2.6.20-15-generic

Remember: If you installed a different driver, change nvidia-glx to nvidia-glx-legacy or nvidia-glx-new or whatever. (I’ve also gone straightaway and given you linux-restricted-modules-generic and linux-restricted-modules-2.6.20-15-generic since you can’t possibly be using a different kernel in a live environment, since that would require I restart … I think. )

Now let’s make sure that nvidia module isn’t inserted into the kernel.

lsmod | grep nvidia

Ideally, the results should be nothing. If you get anything that even remotely resembles this …

nvidia 4713780 22 
i2c_core 22784 2 i2c_ec,nvidia
agpgart 35400 2 nvidia,intel_agp

then pull it out with this.

sudo rmmod nvidia

If for some reason Ubuntu says that module is in use, X is probably still running. Go back and kill GDM again, and make sure it’s gone. 

When that’s settled, install the packages you need to patch and build the driver.

sudo aptitude install build-essential linux-headers-generic pkg-config xserver-xorg-dev

Some of this will have to come from the repositories; I believe xserver-xorg-dev and pkg-config are both absent from the 7.04 CDs. build-essential and linux-headers-generic are both on disc, if I remember right.

Once those are in place, copy the driver and the patch into your home directory. Then decompress the driver with this line.

sh nvidia-Linux-x86-1.0-8776-pkg1.run -x

Now change into the directory it makes, then into the usr/src/nv subdirectory.

cd NVIDIA-Linux-x86-1.0-8776-pkg1/usr/src/nv/

Patch the driver to run against the 2.6.20 kernel.

patch Makefile.kbuild ~/NVIDIA_kernel-1.0-8776-20061203.diff.txt

When patch finishes, jump back up three directories to where the installer program is.

cd ../../..

Now start the installer with root privileges.

sudo ./nvidia-installer

From there, the installer will take over. If you’ve done everything right thus far, it will build the patched driver, install it, insert the module and offer to tweak your xorg.conf file — which I usually let it do. When it’s done, start GDM up again with this familiar command, and everything should be golden.

sudo /etc/init.d/gdm restart

And if the driver works for you, this is what you should see, more or less.



Ta-da, again! That’s the same session, the same live environment, but now using the earlier driver. No reboot. And if something had gone wrong, I would have some way of checking to see if the problem lies with the driver, or the card, or elsewhere. I don’t have to wonder if some other tweak is still in the way.

And best of all, if I want to start over clean, I just reboot fresh, and I’m back to where I started.

So remember this the next time you’re laboring with a driver or a card, and it seems like things should be working but they’re not. If you think it might be helpful, go to a live environment and start clean.

selamat datang